BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR memanfaatkan waktu luangnya untuk memantau langsung progres pengerukan kawasan Pulau Insan, Kamis (13/8/2026) malam.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pengerukan berjalan optimal sekaligus melihat potensi Pulau Insan sebagai kawasan retensi atau tampungan air dalam upaya mengatasi persoalan genangan di sejumlah wilayah Banjarmasin.
Yamin mengatakan, kondisi kawasan tersebut saat ditinjau malam hari masih cukup dangkal. Karena itu, pengerukan terus dilakukan secara estafet dengan menggunakan beberapa alat berat.
“Memantau langsung pengerukan Pulau Insan. Kita lihat saat malam hari sangat dangkal dan pengerukan dilakukan secara estafet dengan beberapa alat pengeruk,” ujar Yamin.
Menurutnya, pengerukan hingga kedalaman sekitar tiga meter akan memberikan kapasitas tampungan air yang jauh lebih besar. Pulau Insan diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan yang dikeruk, tetapi dapat difungsikan secara maksimal sebagai retensi air.
“Kalau ini kita keruk sekitar tiga meter, maka tampungan atau retensi air yang sangat besar. Kita harus jadikan retensi air yang maksimal di sini,” tegasnya.
Yamin menilai keberadaan tampungan air dengan kapasitas besar sangat penting untuk membantu mengurangi persoalan genangan yang selama ini terjadi di sejumlah kawasan.
Ia menyebut kawasan Rawasari, Teluk Dalam hingga Kerokan sebagai beberapa wilayah yang diharapkan mendapat dampak positif dari optimalisasi retensi air di Pulau Insan.
“Kira-kira sekitar satu meter kedalaman itu bisa menampung mungkin puluhan ribu liter kubik. Ini sangat membantu menangani permasalahan yang selama ini ‘calap’ di kawasan sekitar Rawasari, Teluk Dalam dan Kerokan,” jelasnya.
Selain pengerukan, Yamin menegaskan penataan kawasan bantaran sungai juga menjadi bagian penting dalam pembenahan tata ruang dan pengendalian air di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, keberadaan rumah-rumah di bantaran sungai, termasuk bangunan yang tidak memiliki izin, perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Ke depan kita harapkan rumah di bantaran sungai juga harus menjadi perhatian, termasuk yang tidak berizin. Nantinya kita akan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Yamin menegaskan, penataan Pulau Insan merupakan bagian dari upaya Pemko Banjarmasin memperbesar kapasitas tampungan air di tengah karakteristik Kota Banjarmasin yang memiliki banyak sungai dan kawasan rendah.
“Kita ingin penataan kota ini lebih baik lagi, khususnya dalam kondisi penampungan air yang lebih besar di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
